Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati berhasil melaksanakan prosedur transplantasi hati untuk ketiga kalinya pada Kamis, 9 April 2026. Tindakan medis ini dilakukan pada seorang pasien yang menderita sirosis hati akibat hepatitis B, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa prosedur ini menggunakan pendekatan living donor liver transplantation, di mana donor berasal dari anak kandung pasien. Menurut Dante, keterlibatan keluarga dalam proses ini sangat berarti dan menunjukkan dukungan vital dalam penanganan penyakit hati tahap lanjut, terutama di tengah keterbatasan ketersediaan organ donor.
Dante juga menjelaskan bahwa transplantasi hati adalah tindakan medis yang kompleks, menuntut koordinasi dan kerja sama multidisiplin yang erat dari berbagai pihak. "Proses ini tidak hanya berlangsung di ruang operasi, tetapi dimulai sejak tahap awal, yaitu dalam pemilihan kandidat transplantasi yang tepat, dilanjutkan dengan persiapan praoperasi yang matang, pelaksanaan tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ungkap Dante dalam siaran tertulisnya.
Seluruh rangkaian proses ini, lanjut Dante, dilakukan dengan sangat hati-hati demi menjaga keselamatan pasien dan memastikan kelancaran prosedur transplantasi.
Kesuksesan prosedur ini melibatkan tim medis dari berbagai spesialisasi, meliputi bedah digestif, penyakit dalam (gastroenterohepatologi), anestesi, kardiologi, pulmonologi, rehabilitasi medik, radiologi, patologi klinik, patologi anatomi, gizi, hingga kedokteran gigi. Tim ini juga didukung oleh perawat di ruang operasi maupun ruang perawatan, yang semuanya berkolaborasi untuk memberikan pelayanan komprehensif dan berkelanjutan bagi pasien.
RSUP Fatmawati juga menjalin kerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) dalam pelaksanaan transplantasi hati ini. Kolaborasi ini bertujuan sebagai upaya pembelajaran dan pengembangan kapasitas layanan transplantasi secara bertahap, meningkatkan standar dan kapabilitas rumah sakit.
Bagi pasien dengan sirosis hati stadium lanjut, Dante menyebutkan bahwa transplantasi hati merupakan salah satu pilihan terapi untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, tindakan ini memerlukan seleksi pasien yang ketat serta kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai.
Pengembangan layanan transplantasi di RSUP Fatmawati dilakukan secara bertahap, seiring dengan penguatan kapasitas tim, peningkatan fasilitas, serta penyempurnaan sistem pelayanan. Selain upaya kuratif, RSUP Fatmawati juga menaruh perhatian pada aspek promotif dan preventif, termasuk edukasi tentang pencegahan hepatitis dan pentingnya deteksi dini penyakit hati. Diharapkan ke depan, layanan transplantasi hati dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·