Proyek pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang dirancang sebagai jalur tol terpanjang di Indonesia, masih menghadapi kendala signifikan. Hingga saat ini, tol sepanjang 206,65 km tersebut belum menarik minat investor, sebuah situasi yang dijelaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Ketersendatan proyek ini utamanya disebabkan oleh proyeksi volume lalu lintas (traffic) yang dinilai kurang menjanjikan. "Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena traffic-nya kurang," ungkap Dody Hanggodo saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian PU pada Jumat (10/4/2026), dilansir dari Detik Finance.
Dody menjelaskan bahwa jika suatu proyek infrastruktur kurang diminati, pemerintah biasanya memberikan dukungan konstruksi atau chip in untuk meningkatkan daya tarik investor. Namun, langkah ini tidak dapat diambil untuk Tol Getaci karena adanya keterbatasan anggaran.
Dalam kondisi keterbatasan anggaran, Kementerian PU kini mempertimbangkan percepatan pembangunan proyek prioritas lainnya. Fokus utama saat ini beralih pada konstruksi Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey, yang diharapkan dapat menekan risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi.
Dody Hanggodo menyoroti urgensi penyelesaian bendungan tersebut. "Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya," tutur Dody, mengilustrasikan dilema pilihan anggaran.
Penyelesaian kedua bendungan ini ditargetkan rampung secara bertahap antara tahun 2027 hingga 2028. Dody berharap, rampungnya bendungan tersebut dapat secara signifikan mengurangi potensi bencana banjir di area terdampak. "Saya sih berharap bisa selesai paling nggak 2027-2028 ya," tambahnya.
Tinjauan Kembali Proyek Strategis Nasional
Dalam catatan Detik Finance, Tol Getaci telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak tahun 2020 dan sempat beberapa kali gagal lelang. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap peninjauan ulang sebelum kembali dilelang.
Tidak hanya Tol Getaci, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali juga menghadapi tantangan serupa. Tol sepanjang 96,84 kilometer yang membutuhkan investasi sekitar Rp 25,4 triliun ini juga merupakan bagian dari warisan PSN Presiden Jokowi yang kini masuk dalam program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, menyatakan bahwa baik proyek Getaci maupun Gilimanuk-Mengwi sedang dalam persiapan menyeluruh. "KPBU kita belum ada yang mau lelang kan ya. Kita lagi siapin semuanya kayak Getaci, Gilimanuk-Mengwi, sedang kita siapkan semuanya," ujar Rachman di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·