Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) terus berupaya meningkatkan kualitas hunian warganya. Percepatan pembangunan saat ini difokuskan pada 100 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni (RTLH).
Langkah konkret ini, seperti dilansir dari Detikcom, menyasar rumah-rumah yang mengalami kerusakan parah atau terdampak langsung oleh cuaca ekstrem. Program ini menjadi prioritas utama Pemkot Tangerang.
Hingga tahun 2026, data menunjukkan bahwa sebanyak 10.656 unit rumah di Kota Tangerang telah berhasil direhabilitasi. Pendanaan untuk program rehabilitasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menjelaskan bahwa ribuan usulan perbaikan tersebut berasal dari berbagai jalur aspirasi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran kepada pihak yang membutuhkan.
“Kami melibatkan berbagai unsur di wilayah sehingga target pembangunan dapat diprioritaskan, termasuk bagi warga terdampak cuaca ekstrem. Perbaikan terhadap target 1.000 rumah dilakukan secara bertahap,” ujar Maryono dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (10/4/2026).
Selain upaya perbaikan fisik, Pemkot Tangerang juga memberikan kemudahan administratif bagi para penerima manfaat. Kemudahan tersebut berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis.
Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang berperan sebagai pelaksana pembangunan juga mendapatkan fasilitasi berupa pelatihan serta perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pekerja yang terlibat.
Maryono menambahkan, “Pemerintah hadir melalui kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG untuk meringankan beban masyarakat. Tidak hanya pemilik rumah yang merasakan manfaat, tetapi juga para pekerja yang terlibat dalam pembangunan.”
Maryono berharap, pelaksanaan perbaikan RTLH yang berkualitas dan tepat waktu dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi kawasan kumuh. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Lakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan profesional, karena yang kita bangun adalah keamanan dan keselamatan jiwa warga,” pungkas Maryono, mengingatkan para pelaksana proyek untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·