PBNU Dorong Penghentian Konflik Timur Tengah, Aspirasi Sama

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan adanya kesamaan aspirasi di antara berbagai pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Menurutnya, semua pihak memiliki keinginan yang sama untuk menghentikan perang dan kekerasan yang sedang berlangsung.

Pernyataan ini muncul setelah Yahya Cholil Staquf menyelesaikan serangkaian pertemuan dan konsultasi dengan sejumlah duta besar dari negara-negara yang memiliki keterkaitan langsung dengan situasi di kawasan tersebut. Kesamaan sikap ini dianggap sebagai indikasi penting adanya peluang untuk mencapai penyelesaian damai di tengah eskalasi konflik, demikian dilansir dari Cahaya.

Yahya mengungkapkan bahwa para duta besar yang ditemuinya secara umum menyuarakan aspirasi yang seragam. "Secara umum saya bisa katakan bahwa semua duta besar yang saya temui menyatakan aspirasi yang sama, yaitu menginginkan dihentikannya perang dan kekerasan,” ujar Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dalam beberapa pekan terakhir, Yahya aktif menjalin diskusi dengan perwakilan negara-negara penting, termasuk Iran, Amerika Serikat, serta beberapa negara di Timur Tengah dan Teluk. Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk mendalami dinamika konflik dan memahami pandangan masing-masing pihak yang terlibat.

Meskipun demikian, Yahya tidak menampik bahwa setiap negara memiliki kepentingan yang berbeda, bahkan seringkali saling bertolak belakang. Namun, di tengah kerumitan tersebut, ia melihat bahwa keinginan untuk menghentikan konflik tetap menjadi titik temu yang krusial dan memiliki nilai strategis.

“Bahwa masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda itu hal yang alami. Tapi aspirasi untuk menghentikan perang itu sama-sama kuat,” tambahnya, menekankan konsensus dasar di tengah perbedaan kepentingan.

Yahya juga menyoroti bahwa konflik bersenjata saat ini berakar pada latar belakang sejarah yang panjang dan kompleks, sehingga penyelesaian instan bukanlah pilihan realistis. Kendati demikian, setiap upaya yang mengarah pada penghentian kekerasan dinilai patut untuk didukung secara kolektif oleh semua pihak.

PBNU memandang perang dan kekerasan sebagai bencana kemanusiaan yang harus dicegah dengan segala cara. Oleh karena itu, organisasi keagamaan ini aktif mendorong langkah-langkah diplomatik yang bertujuan untuk meredakan eskalasi konflik dan memfasilitasi tercapainya penyelesaian damai.

Selain itu, Yahya menggarisbawahi pentingnya dukungan global terhadap setiap inisiatif perdamaian yang muncul. Termasuk di dalamnya adalah komunikasi antarnegara yang mampu mengurangi permusuhan. Konsensus di kalangan para diplomat dinilai menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan dan membuka ruang dialog yang lebih luas.

Dengan adanya landasan ini, peluang terwujudnya perdamaian diharapkan semakin terbuka. "Apapun upaya untuk menghentikan kekerasan harus kita dukung bersama,” tegasnya, seraya berharap kesamaan aspirasi di tingkat diplomatik ini dapat segera diwujudkan menjadi langkah konkret untuk mengakhiri konflik dan mencegah dampak kemanusiaan yang lebih luas.