Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati untuk mengadakan pembicaraan dengan Lebanon. Keputusan ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengindikasikan bahwa pemimpin Israel tersebut akan bersikap "menahan diri" dalam melancarkan serangan terhadap Lebanon yang dilanda perang, memberikan harapan bagi deeskalasi konflik, dilansir dari Bloomberg News.
Meskipun demikian, Netanyahu secara tegas menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perang melawan Hizbullah yang mendapatkan dukungan dari Iran di Lebanon. Pada Rabu (8/4) lalu, Lebanon mengalami hari paling mematikan sejak konflik pecah sebulan sebelumnya.
Kementerian kesehatan setempat melaporkan, serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya. Serangan ini menghantam pusat kota Beirut serta berbagai wilayah lain di Lebanon.
Insiden serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata dengan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator utama, awalnya menyebut bahwa gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon, namun hal ini kemudian dibantah oleh pejabat AS dan Israel.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump yang telah berkomunikasi langsung dengan Netanyahu pada Rabu, menyatakan bahwa pihak Israel sedang "mengurangi intensitas" operasi di Lebanon. Wakil Presiden AS JD Vance juga menambahkan bahwa Israel telah menyetujui untuk "sedikit menahan diri di Lebanon" demi mendukung kelancaran proses perundingan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) teramati melakukan serangan yang lebih sedikit pada hari Kamis. Namun, Netanyahu menegaskan bahwa serangan terhadap Hizbullah baru akan benar-benar dihentikan setelah keamanan warga di wilayah utara Israel terjamin.
"Tidak ada gencatan senjata di Lebanon," tegasnya dalam sebuah pernyataan video. Pembicaraan yang akan datang, yang juga didesak oleh Lebanon, akan berfokus pada upaya pelucutan senjata Hizbullah dan pencapaian kesepakatan damai yang berkelanjutan.
Departemen Luar Negeri AS diperkirakan akan memfasilitasi pertemuan antara Israel dan Lebanon pada pekan berikutnya untuk membahas negosiasi gencatan senjata ini. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah tercapainya gencatan senjata yang diikuti oleh negosiasi langsung dengan Israel.
Selama berbulan-bulan, Lebanon telah berupaya melucuti kelompok militan tersebut, namun Hizbullah dengan keras menolak untuk menyerahkan persenjataannya. Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan Hizbullah ke Israel pada awal Maret sebagai aksi balas dendam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei tewas dalam perang yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu mendorong militer Israel menginvasi sejumlah wilayah di Lebanon, mengakhiri gencatan senjata yang mengikuti perang dengan Hizbullah pada 2024, ketika kekuatan militer kelompok tersebut sebagian besar melemah. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 1.888 orang telah tewas sejak konflik terbaru pecah.
Pertempuran yang terus berlangsung telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di seluruh Lebanon, hampir seperlima populasi negara itu. Israel berupaya membentuk zona penyangga keamanan hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.
Iran menyatakan dapat menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melanjutkan kampanye militernya di Lebanon. Pengiriman kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz — jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia — juga dihentikan sebagai respons atas serangan tersebut.
Trump menyatakan dirinya "optimistis" terhadap kesepakatan dengan Iran, namun kemudian mengancam Teheran terkait rencana pungutan biaya di Selat Hormuz. Sementara itu, Vance dijadwalkan memimpin delegasi Amerika Serikat dalam pembicaraan yang akan digelar Sabtu di Islamabad untuk membahas kemungkinan kesepakatan damai dengan Republik Islam tersebut.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·