Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, pada Kamis (9/4) secara tegas membantah adanya hubungan pertemanan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Pernyataan ini disampaikan Melania dalam sebuah pidato tak terduga di Gedung Putih, menanggapi berbagai klaim yang beredar luas di media sosial dan dokumen Departemen Kehakiman AS.
Dalam pidatonya, Melania menegaskan, "Kebohongan yang mengaitkan saya dengan Jeffrey Epstein harus dihentikan hari ini." Ia menolak upaya pihak-pihak yang dinilai berniat buruk untuk mencemari nama baiknya, seraya menekankan bahwa dirinya tidak pernah menjadi korban Epstein.
Melania Trump menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Epstein hanya terjadi karena berada dalam lingkaran sosial yang sama di New York dan Palm Beach. "Saya tidak pernah berteman dengan Epstein. Donald dan saya sesekali diundang ke pesta yang sama dengannya, karena berbagi lingkar pergaulan adalah hal yang umum di New York," ujarnya, dikutip dari The Guardian.
Ia juga secara eksplisit membantah pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau menaiki pesawat pribadinya yang dijuluki "Lolita Express." Lebih lanjut, Melania membantah memiliki hubungan dengan Ghislaine Maxwell, rekan sekaligus pasangan Epstein yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022 atas perannya dalam jaringan perdagangan seks.
"Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein maupun teman dekatnya, Maxwell," kata Melania. Ia juga mengklarifikasi bahwa pertemuannya dengan Donald Trump terjadi secara kebetulan di sebuah pesta di New York pada 1998, bukan diperkenalkan oleh Epstein.
Mengenai email yang ia kirim kepada Maxwell pada tahun 2002, yang muncul dalam dokumen Departemen Kehakiman AS, Melania menganggapnya sebagai "korespondensi biasa" dan "catatan sepele." Email tersebut dikirim pada minggu ketika New York Magazine menerbitkan profil Jeffrey Epstein.
Reaksi dan Implikasi Pidato Melania
Pidato mendadak Melania Trump, yang oleh beberapa media disebut "muncul entah dari mana tanpa banyak penjelasan atau konteks dari Gedung Putih" menurut Daily Telegraph, mengejutkan banyak pihak. Presiden Trump sendiri mengaku tidak mengetahui bahwa istrinya akan membuat pernyataan tersebut sebelumnya.
Insiden ini menambah daftar nama tokoh publik yang terseret dalam kasus Epstein, terutama setelah jutaan dokumen terkait penyelidikan Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada November dan Januari. Dokumen-dokumen tersebut mencakup referensi ke tokoh-tokoh terkemuka seperti mantan presiden AS Bill Clinton dan salah satu pendiri Microsoft Bill Gates.
Presiden Donald Trump sendiri menyebut hubungannya dengan Epstein berakhir pada pertengahan 2000-an dan mengaku tidak mengetahui adanya pelanggaran hukum. Sementara itu, mantan Presiden Bill Clinton pada Maret membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein di hadapan komite Kongres.
Pada kesempatan yang sama, Melania juga meminta Kongres untuk mengambil kesaksian di bawah sumpah dalam sidang publik dari para korban Epstein. Robert Garcia dari California, anggota senior komite pengawasan DPR, menyatakan persetujuannya dengan seruan Ibu Negara dan mendorong Ketua Comer untuk segera menjadwalkan sidang publik.
Selain pidato Melania Trump, beberapa isu lain juga mendominasi berita utama surat kabar pada 10 April 2026. The Times melaporkan potensi "pembalasan" dari AS terhadap Inggris, serta ancaman Donald Trump untuk menghukum sekutu NATO yang dianggap tidak berkontribusi dalam upaya perang Iran.
Financial Times menyoroti dampak penutupan Selat Hormuz terhadap harga minyak, yang kemarin mencapai lebih dari $100 per barel. Seorang mantan penasihat energi Presiden Joe Biden memperingatkan bahwa jika situasi berlanjut "selama beberapa hari lagi," pasar mungkin menganggap Selat tersebut "tertutup tanpa batas waktu."
Sementara itu, Daily Mirror dan i Paper memberitakan keberhasilan Angkatan Laut Kerajaan menggagalkan tiga kapal selam Rusia yang memata-matai kabel bawah laut vital Inggris. Menteri Pertahanan John Healey mengatakan Rusia menggunakan konflik Timur Tengah sebagai "gangguan." Daily Mail dan The Sun juga mengkritik kebijakan net-zero Energy Secretary Ed Miliband, yang disebut sebagai alasan OpenAI menunda investasi multi-miliar pound di Inggris.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·