Insiden penyerangan terhadap konvoi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali terjadi. Laporan dari Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, mengonfirmasi bahwa konvoi logistik PBB dihadang oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel.
Peristiwa ini, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, berlangsung di dekat Shama, Sektor Barat Lebanon, pada hari kemarin. Dujarric menyatakan bahwa tank tersebut mengarahkan meriam utamanya ke arah penjaga perdamaian.
Tank Israel kemudian melepaskan rentetan tembakan senapan mesin dari jarak beberapa meter. Akibat penyerangan ini, satu kendaraan UNIFIL mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Dujarric menambahkan bahwa konvoi yang diserang akhirnya terpaksa kembali ke pangkalan mereka. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran pers pada hari Jumat, 10 April 2026.
Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, telah memberikan pengarahan kepada negara-negara penyumbang pasukan. Dalam pertemuan yang berlangsung pada pagi hari ini, Lacroix menyambut baik pernyataan bersama yang dibacakan oleh perwakilan negara-negara tersebut.
Lacroix mengapresiasi pesan yang kuat dan bersatu dalam pernyataan itu, terutama terkait keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian. Solidaritas yang tercermin dari pernyataan tersebut juga menjadi perhatiannya.
Penegasan mengenai perlunya penghentian segala bentuk intimidasi atau gangguan terhadap aktivitas misi PBB juga disampaikan. Semua pihak diwajibkan untuk mematuhi kewajiban mereka dalam menjamin keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian setiap saat.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·