Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai kebijakan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan, yang berlaku setiap hari Jumat. Penerapan ini dimulai pada Jumat, 10 April 2026, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tindak lanjut dari upaya pemerintah dalam menghemat energi. Regulasi ini tercantum dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 mengenai Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah, seperti dilansir dari Money.
Suasana di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, menunjukkan kondisi yang lebih sepi dari hari kerja biasa. Area parkir sepeda motor yang biasanya padat, bahkan sampai kendaraan diparkir paralel, kini terlihat lengang. Hanya beberapa pegawai yang tampak berlalu-lalang di koridor, sementara petugas keamanan dan kebersihan tetap menjalankan tugas.
Kebijakan WFH ini memiliki pengecualian bagi pejabat tinggi setingkat Eselon I, serta petugas keamanan dan pekerja housekeeping. Mereka tetap diwajibkan masuk kantor seperti biasa untuk memastikan operasional penting tidak terganggu. Petugas keamanan, misalnya, tetap bertugas penuh, sementara petugas kebersihan juga terlihat tetap bekerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartanto, menjelaskan bahwa hari Jumat dipilih sebagai hari WFH karena durasi kerja yang lebih singkat dibandingkan hari lainnya. "Kita pilih Jumat karena memang hari Jumatnya kan setengah. Artinya tidak sepenuh Senin sampai Kamis," kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden pada Selasa (31/3/2026).
Pengawasan Ketat dan Ajakan Hemat Energi
Pemerintah menegaskan bahwa WFH bukanlah libur, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat. ASN yang bekerja dari rumah wajib mengaktifkan ponsel selama jam kerja agar instansi dapat memantau lokasi melalui fitur geolokasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga.
Terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hemat energi. Ia mengajak untuk mematikan lampu saat tidak digunakan, baik di kantor maupun di rumah. Menurut Bahlil, upaya efisiensi energi ini penting terutama sejak krisis energi global akibat konflik antara Amerika Serikat dengan Iran, tidak hanya untuk menjaga pasokan tetapi juga menekan dampak lingkungan.
Selain itu, Bahlil juga mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai langkah penghematan energi dan mendukung penggunaan energi bersih. "Sekarang pakai mobil listrik ya, biar hemat energi dan tidak perlu antre di SPBU," ujarnya. Kebijakan WFH bagi ASN juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi mobilitas harian dan menekan konsumsi bahan bakar minyak, sejalan dengan transisi energi bersih.
Meskipun demikian, sektor energi termasuk dalam pengecualian kebijakan WFH. Hal ini karena peran strategis sektor tersebut dalam menjaga pasokan dan pelayanan yang harus tetap optimal, sehingga kehadiran langsung petugas di lapangan dan fasilitas operasional sangat diperlukan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·