Kematian seorang peneliti semikonduktor Tiongkok di Amerika Serikat telah memicu ketegangan diplomatik antara Beijing dan Washington. Peneliti yang diidentifikasi sebagai Danhao Wang dari University of Michigan, ditemukan meninggal dunia pada 19 Maret 2026, tak lama setelah diinterogasi oleh penyidik federal AS.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan Kedutaan Besar Tiongkok di AS menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mendesak AS untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan memberikan penjelasan yang bertanggung jawab kepada keluarga korban serta otoritas Tiongkok, sebagaimana dilansir dari BBC.
Universitas Michigan mengonfirmasi insiden tersebut dan sedang menyelidiki kemungkinan tindakan bunuh diri setelah Wang ditemukan jatuh dari sebuah gedung di kampus. Informasi ini dilaporkan oleh CBS News Detroit, yang juga menyatakan bahwa Wang adalah seorang asisten ilmuwan peneliti di Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer.
Pihak Tiongkok menuduh AS melakukan interogasi tanpa dasar dan melecehkan para akademisi Tiongkok. Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di AS, menyatakan bahwa Beijing telah "berulang kali menyampaikan keberatan serius" kepada lembaga pemerintah dan universitas terkait di AS.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus yang menyoroti status akademisi Tiongkok di AS di tengah ketegangan hubungan kedua negara. Kementerian Luar Negeri Tiongkok berpendapat bahwa tindakan semacam ini "secara serius melanggar hak-hak sah warga negara Tiongkok, meracuni suasana pertukaran antarmanusia, dan terus menciptakan efek mengerikan yang serius."
Amerika Serikat telah meningkatkan pengawasan terhadap mahasiswa Tiongkok di kampus-kampus Amerika dalam beberapa tahun terakhir, dengan alasan masalah keamanan nasional. Pada tahun 2020, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang melarang mahasiswa dan peneliti Tiongkok dengan dugaan hubungan militer untuk mendapatkan visa AS.
Seruan Investigasi dan Dukungan untuk Mahasiswa Internasional
Organisasi Peneliti Pasca Doktoral University of Michigan (UM-PRO), yang mewakili sekitar 15.000 peneliti pasca doktoral, menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya target terhadap mahasiswa internasional. Nick Geiser, seorang penyelenggara UM-PRO, menegaskan pentingnya bagi para peneliti untuk memahami hak-hak mereka.
UM-PRO menyarankan anggotanya untuk tidak berbicara dengan penegak hukum tanpa didampingi pengacara, sesuai hak konstitusional. Organisasi advokasi CODEPINK, melalui koordinator kampanye Tiongkok mereka, Megan Russell, juga menyoroti bahwa ini bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola penargetan berulang terhadap akademisi Tiongkok.
Dekan Teknik Karen Thole memuji Wang sebagai "pemikir muda yang menjanjikan dan brilian" dalam email kepada komunitas teknik universitas. Risetnya yang melibatkan bahan dan perangkat semikonduktor wide bandgap III-nitrida bahkan dipublikasikan di jurnal Nature.
Pejabat universitas menyatakan bahwa sumber daya dukungan tersedia seiring berlanjutnya penyelidikan. Komunitas universitas juga berencana mengadakan acara peringatan dan menggalang petisi untuk menuntut jawaban atas insiden tragis ini.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·