Militer Filipina mengumumkan bahwa Amerika Serikat berencana untuk membangun sebuah depot bahan bakar di pulau selatan negara tersebut. Fasilitas strategis ini, yang nantinya akan dikelola oleh Angkatan Bersenjata Filipina, merupakan bagian dari pakta pertahanan yang telah disepakati antara Manila dan Washington, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Juru bicara Angkatan Laut, Roy Vincent Trinidad, menjelaskan bahwa pembangunan depot ini akan signifikan dalam meningkatkan dukungan dan kemampuan Filipina. Ini mencakup bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana, peningkatan keamanan maritim, serta dukungan untuk patroli di Laut Filipina Barat dan perbatasan selatan negara itu.
Trinidad juga menggunakan istilah Manila untuk merujuk pada wilayah di Laut China Selatan (LCS) yang berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan pada Jumat, 10 April 2026.
Sebelumnya, Badan Logistik Pertahanan AS pada bulan lalu telah mencari kontraktor untuk mendirikan titik dukungan bahan bakar pertahanan. Lokasi yang ditargetkan berada di sekitar wilayah Davao, pulau selatan Mindanao, dengan rencana operasional pada tahun 2028.
Di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr., Filipina secara konsisten memperkuat hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Manila menghadapi perselisihan wilayah dengan Beijing di Laut China Selatan.
Pada awal masa kepresidenannya, Marcos Jr. mengambil langkah untuk memperluas akses militer AS ke beberapa lokasi strategis di Filipina, menegaskan komitmennya terhadap aliansi pertahanan tersebut.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·