Dubes RI untuk Oman Siap Negosiasi Selat Hormuz Usai Dilantik Presiden

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kesultanan Oman dan Republik Yaman, Andi Rahadian, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan pemerintah pusat. Hal ini termasuk membantu proses negosiasi terkait Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah pelantikan pada Jumat, 10 April 2026, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Andi Rahadian berkomitmen untuk melaksanakan semua tugas yang diamanahkan Kepala Negara. Fokus tugas tersebut mencakup peningkatan hubungan ekonomi, sosial budaya, dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah akreditasinya.

Isu krusial lainnya adalah keterlibatannya dalam membantu negosiasi kepentingan Indonesia di Selat Hormuz. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menyebabkan tertutupnya akses di selat tersebut, sehingga situasi ini menjadi prioritas diplomatik.

Andi Rahadian, yang sebelumnya menjabat di Kementerian PANRB dan Kementerian Luar Negeri, dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. Pelantikan ini berlangsung di tengah berlanjutnya polemik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak langsung pada Selat Hormuz.

Saat mengucapkan sumpah jabatan, Andi Rahadian menegaskan komitmennya. "Saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Andi Rahadian pada Jumat, 10 April 2026.

Ia juga menyatakan kesetiaannya untuk menjalankan semua perintah dan petunjuk dari pemerintah pusat. "Saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban lain-lainnya yang ditanggungkan kepada saya dalam jabatan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh," tambahnya.

Dikabarkan, Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan dalam kurun waktu dua pekan. Kedua belah pihak mengklaim akan menghentikan serangan atau melakukan gencatan senjata selama periode tersebut.

Awalnya, perundingan ini diharapkan dapat merenggangkan pengetatan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa arus lalu lintas di selat perdagangan tersebut belum sepenuhnya pulih. Serangan militer di sejumlah wilayah Timur Tengah juga masih terus terjadi, menambah kompleksitas situasi di kawasan tersebut.